Minggu, 06 Desember 2009

Mencipta Kembali D-SLR

Digitalisasi kamera seperti pendahulunya, kamera analog, bisa jadi merupakan mata rantai inovasi berkesinambungan yang mencakup berbagai kemajuan teknologi, kemewahan rancang desain yang menggiurkan, dan keragaman fitur yang tidak memiliki batas. Kamera digital adalah jendela kemajuan teknologi komunikasi informasi.

Oleh Rene L Pattiradjawane

Banyak kamera digital ditawarkan di pasaran dari berbagai merek, mencakup berbagai desain, fitur teknologi, lingkup harga beragam, dan berbagai pilihan menggoda konsumen. Semuanya memang menyenangkan, terutama di tengah maraknya akses ke jejaring sosial untuk berbagi rasa dan mata melalui hasil jepretan foto digital kita.

Kesenangan dan antusiasme kita didorong terus dengan berbagai produk baru kamera digital ini. Berdasarkan pengalaman Kompas, kamera digital terbaru EOS-7D buatan Canon adalah produk paling menarik dalam progresi semua kamera digital yang dihasilkan oleh perusahaan Jepang ini sejak memperkenalkan EOS-1Ds Mark II (baca Kompas, 6/12/2004).

Dua hal yang menjadikan EOS-7D ini menarik dan berbeda, pertama, kamera ini memiliki berbagai perbaikan berdasarkan masukan para pengguna kamera Canon. Kedua, EOS-7D adalah kamera digital pertama yang dibangun ulang dari dasar oleh para insinyur Canon walaupun hasilnya tidak berbeda jauh dengan rancang bangun sebelumnya.

Penciptaan ulang

Menggunakan EOS-7D akan terasa kalau kamera digital terbaru dengan 18 megapiksel ini juga tampak sebagai kamera solid yang dikemas dengan bahan magnesium yang dilapisi pelindung segala cuaca, setara dengan EOS-1n, kamera analog Canon menggunakan film seluloid yang dibuat tahun 1994.

Banyak fotografer profesional dan pengamat industri kamera digital menyebut, EOS-7D ini sebagai ”... the reinvention of digital camera” sebagai upaya membawa fotografi digital ke tahap berikutnya yang lebih asyik dan menyenangkan. Penggunaan prosesor image ganda DIGIC IV memumgkinkan pengambilan foto delapan bingkai per detik, mampu mengoreksi tingkat ketajaman (noise) pada penggunaan ISO di atas 6400.

Menggunakan sensor APS-C dengan panjang fokal 1,6 kali, EOS-7D yang menggunakan dua DIGIC IV seperti Core2Duo pada penggunaan prosesor komputer mampu menghasilkan kecepatan pengambilan foto yang cepat dan sekaligus memproses dan memperbaiki ketajaman video digital yang menjadi fitur baru dalam kamera kelas D-SLR.

Pada EOS-7D, penciptaan ulang kamera D-SLR dilakukan dengan memberikan eksposur manual secara penuh ketika merekam video menggunakan layar tampilan berukuran tiga inci (diagonal 7,62 cm). Mampu menampilkan format 1080p definisi tinggi (HD), rekaman video digital dilakukan dengan pilihan 30, 25, atau 24 bingkai per detik (fps), atau 60 fps pada pengambilan video resolusi rendah.

Mereka yang ingin mengganti kamera D-SLR atau yang ingin memulai memotret secara serius, EOS-7D bisa menjadi pilihan menarik memiliki kamera digital dengan kualitas yang setara dengan seri EOS-1D untuk kalangan profesional.

Satu hal yang menarik dari EOS-7D, penciptaan ulang kamera digital Canon ini akan menjadi jembatan baru tidak hanya cara kita memotret, tetapi sekaligus juga memberikan peluang untuk mengembangkan imajinasi produktif memanfaatkan kehadiran video digital pada kamera D-SLR. Pilihan untuk membuat foto dan video digital sekarang hanya dibatasi oleh imajinasi kita saja.

Sumber: Kompas, Senin, 30 November 2009

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda