Rabu, 12 Mei 2010

Samsung Smartphone GT-I9000

Samsung Electronics today introduced the Galaxy S (Model: GT-I9000) smart phone at the International CTIA Wireless 2010. The Galaxy S will be available in Europe, North America, Latin America, Australia, and Asia soon. Powered by a 1 GHz application processor, the Android-powered Galaxy S also features a 4-inch Super AMOLED screen.

Other Key Features
  • Daily Briefing: Offers instant access to weather, news, stocks, and the scheduler.
  • All Share: Enables inter-device connectivity via DLNA (Digital Living Network Alliance) technology.
  • Home Cradle: Enables use as a digital photo frame, table clock, calendar, and music station.
  • Write and go: Jot down an idea first and later decide on a format such as SMS/ MMS, email, calendar or memo.
  • Swype: Provides fast and easy way to input text on screen while on-the-move.
  • ThinkFree: Apps to view and edit Microsoft Office 2007 documents.
  • Smart Alarm: Wakes up with a natural alarm sound and automatically turned-on display light.

Label: ,

Rabu, 13 Januari 2010

Huawei, Ponsel QWERTY HSDPA-GPS

Tampilannya memikat. Warnanya yang putih mutiara terkesan elegan. Saat dipegang casing-nya yang berbingkai logam itu terasa mantap.

Fitur ponsel QWERTY ini juga menawan. Lihat saja. Besutan Huawei yang dijuluki U9130 Compass ini sudah mengemaskan fitur HSDPA dan A-GPS. “Performance koneksinya sangat cepat, 64x lebih cepat dibandingkan yang lain,” kata Adi Hardiana (Product Manager, Huawei Indonesia) berpromosi.

Oleh Wiwiek Juwono

“HSDPA 3,6MBps, dan untuk modem sudah kami coba bisa mendapatkan kecepatan 3,2Mbps. Begitu ditancap ke komputer akan langsung dikenal sebagai modem tanpa bantuan software apa pun,” jelas Henry Bachri (Promotion Manager, PT Sarindo Nusa Pratama) tentang ponsel berlayar 2,4” yang juga bisa berfungsi sebagai model PnP itu.

“Ini satu-satunya yang pakai push mail Seven yang sangat stabil. Hanya Huawei yang pakai di seluruh dunia. Juga bisa putar YouTube. Tidak semua ponsel bisa (begitu),” kata Adi bangga. “Di seluruh dunia hanya ada dua push mail yang sangat stabil. BlackBerry dan Seven,” jelas Hero Tjokroardi (Managing Director, PT Sarindo Putra Persada). “ Punya server sendiri seperti BlackBerry, tapi tidak melewati operator,” tambah Henry.

Fitur unggulan lain pada ponsel adalah real GPS. “U9130 sudah mengemaskan chip khusus untuk menunjukkan posisi kita. Karena itulah (ia) disebut Compass,” kata Adi. Fitur yang bisa dinonaktifkan ini, jelas Henry, menggunakan peta dari Google Maps. Dan bukan sekadar membaca peta, tetapi menunjukkan posisi kita secara real dengan kisaran sekitar 3 meter.

Yang juga tak kalah menarik adalah terkemasnya kamera dengan resolusi 2 megapixel. “Ini real 2 megapixel, bukan interpolasi,” tandas Henry.

Huawei sudah melengkapi ponsel yang bisa dipakai ber-Internet dengan kecepatan tinggi ini dengan kartu Telkomsel Simpati Max. Untuk ponsel ini, Huawei memang menjalin kerjasama khusus dengan Telkomsel. Namun jangan kuatir, ponsel yang ditujukan pada kalangan pebisnis muda ini tidak akan dikunci ke operator itu saja alias berstatus unlock.

Lalu berapa harga Huawei U9130 Compass yang akan tersedia mulai 18 Desember 2009 itu? Ternyata terjangkau, yakni Rp 1,5 juta. Dan bisa dicicil 12 bulan dengan bunga 0% via kartu kredit Mandiri.

WIEK

Sumber: KOMPAS.com, Rabu, 16 Desember 2009

Label: ,

Minggu, 06 Desember 2009

Pengejawantahan Kecerdasan

Kenyataannya, telepon seluler cerdas harus mampu menerjemahkan kecerdasan penggunanya memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi informasi yang semakin rumit, penuh beragam informasi, mampu menghadirkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kesibukan penggunanya.

Esensi kecerdasan ponsel yang sekarang bersaing antara iPhone 3GS dari Apple, Blackberry dari RIM (Research in Motion), seri E buatan Nokia, dan ponsel cerdas lainnya, termasuk ponsel cerdas yang menggunakan sistem operasi Windows Mobile buatan Microsoft maupun Android OS yang dikembangkan berdasarkan prinsip perangkat lunak terbuka.

Bagi pengguna umumnya, kecerdasan yang ingin dilimpahkan pada ponsel harus mampu mengejawantahkan keinginan untuk memiliki ponsel cerdas yang tampak dan dirasakan keren, melakukan panggilan teleponi secara memadai, mempunyai fitur jejaring sosial khususnya implantasi program natif yang terintegrasi secara utuh.

Pengejawantahan lainnya adalah kemampuan untuk menangani pekerjaan, kemampuan untuk menjalankan fungsi multimedia secara audio dan video, menjadi gadget perjalanan yang informatif, serta menyenangkan untuk digunakan seperti bermain video game atau memotret kehidupan sehari-hari.

Satu tangan

Kecerdasan ini, menurut Greory Wade, Managing Director RIM Asia Tenggara, dalam percakapan dengan Kompas, ingin diwujudkan dalam produk Blackberry seri terbaru yang disebut Bold 9700 atau Bold 2. Sebelumnya menggunakan kode Onyx, Bold 2 dengan prosesor PXA 930 dan kecepatan komputasi 624 MHz, terkesan lebih ringkas dibanding seri Bold sebelumnya.

Menurut Wade, Bold 2 dirancang sebagai ponsel cerdas untuk kenyamanan. ”Konsep ponsel adalah bagaimana menggunakannya cukup dengan satu tangan saat kita berjalan,” ujarnya. Memang, tidak banyak perbedaan kecuali pada rancang desain dan fitur tertentu antara Bold 9700 dan Bold 9000.

Dimensi Bold 9700 adalah 60 x 109 x 14,1 mm, sedangkan Bold 9000 memiliki dimensi 66 x 114 x 15 mm. Bold 9700 lebih ringan 14 gram dibanding Bold 900 yang beratnya 136 gram. Bold 2 juga memiliki ukuran layar lebih kecil 2,4 inci (diagonal 6,09 cm) Bold 9000 dengan layar 2,6 inci, tetapi memiliki resolusi yang lebih baik 480 x 360 piksel.

Dari sisi koneksi, Bold 2 tidak memiliki sambungan nirkabel 802.11a seperti pada Bold 9000, dan menambahkan fitur koneksi 3G HSUPA yang tidak ada pada seri sebelumnya untuk mempercepat akses upload. Fitur ini sendiri di Indonesia mungkin tidak banyak berguna karena para operator belum banyak menggelar jaringan wireless broadband menggunakan HSDPA/HSUPA secara seimbang.

Fitur lain adalah digantinya alat bantu navigasi menjadi touchpad yang sebelumnya menggunakan trackball. Kamera digital pada Bold 2 juga memiliki resolusi lebih baik 3,15 megapiksel dibanding Bold 9700 yang hanya 1,92 megapiksel.

Secara teknologi tidak ada yang berbeda di antara kedua seri Bold ini, kecuali Bold 2 dirancang secara lebih ringkas serta papan ketik QWERTY lebih rapat sehingga terasa nyaman di saku pengguna. Masuk dalam kategori high-end, Bold 2 dirancang mengikuti seri Curve yang lebih populer, setidaknya lebih pas di telinga mengikuti tren ponsel ringkas, nyaman, dan mampu menerjemahkan kecerdasan penggunanya. (RLP)

Sumber: Kompas, Senin, 30 November 2009

Label: ,

Mencipta Kembali D-SLR

Digitalisasi kamera seperti pendahulunya, kamera analog, bisa jadi merupakan mata rantai inovasi berkesinambungan yang mencakup berbagai kemajuan teknologi, kemewahan rancang desain yang menggiurkan, dan keragaman fitur yang tidak memiliki batas. Kamera digital adalah jendela kemajuan teknologi komunikasi informasi.

Oleh Rene L Pattiradjawane

Banyak kamera digital ditawarkan di pasaran dari berbagai merek, mencakup berbagai desain, fitur teknologi, lingkup harga beragam, dan berbagai pilihan menggoda konsumen. Semuanya memang menyenangkan, terutama di tengah maraknya akses ke jejaring sosial untuk berbagi rasa dan mata melalui hasil jepretan foto digital kita.

Kesenangan dan antusiasme kita didorong terus dengan berbagai produk baru kamera digital ini. Berdasarkan pengalaman Kompas, kamera digital terbaru EOS-7D buatan Canon adalah produk paling menarik dalam progresi semua kamera digital yang dihasilkan oleh perusahaan Jepang ini sejak memperkenalkan EOS-1Ds Mark II (baca Kompas, 6/12/2004).

Dua hal yang menjadikan EOS-7D ini menarik dan berbeda, pertama, kamera ini memiliki berbagai perbaikan berdasarkan masukan para pengguna kamera Canon. Kedua, EOS-7D adalah kamera digital pertama yang dibangun ulang dari dasar oleh para insinyur Canon walaupun hasilnya tidak berbeda jauh dengan rancang bangun sebelumnya.

Penciptaan ulang

Menggunakan EOS-7D akan terasa kalau kamera digital terbaru dengan 18 megapiksel ini juga tampak sebagai kamera solid yang dikemas dengan bahan magnesium yang dilapisi pelindung segala cuaca, setara dengan EOS-1n, kamera analog Canon menggunakan film seluloid yang dibuat tahun 1994.

Banyak fotografer profesional dan pengamat industri kamera digital menyebut, EOS-7D ini sebagai ”... the reinvention of digital camera” sebagai upaya membawa fotografi digital ke tahap berikutnya yang lebih asyik dan menyenangkan. Penggunaan prosesor image ganda DIGIC IV memumgkinkan pengambilan foto delapan bingkai per detik, mampu mengoreksi tingkat ketajaman (noise) pada penggunaan ISO di atas 6400.

Menggunakan sensor APS-C dengan panjang fokal 1,6 kali, EOS-7D yang menggunakan dua DIGIC IV seperti Core2Duo pada penggunaan prosesor komputer mampu menghasilkan kecepatan pengambilan foto yang cepat dan sekaligus memproses dan memperbaiki ketajaman video digital yang menjadi fitur baru dalam kamera kelas D-SLR.

Pada EOS-7D, penciptaan ulang kamera D-SLR dilakukan dengan memberikan eksposur manual secara penuh ketika merekam video menggunakan layar tampilan berukuran tiga inci (diagonal 7,62 cm). Mampu menampilkan format 1080p definisi tinggi (HD), rekaman video digital dilakukan dengan pilihan 30, 25, atau 24 bingkai per detik (fps), atau 60 fps pada pengambilan video resolusi rendah.

Mereka yang ingin mengganti kamera D-SLR atau yang ingin memulai memotret secara serius, EOS-7D bisa menjadi pilihan menarik memiliki kamera digital dengan kualitas yang setara dengan seri EOS-1D untuk kalangan profesional.

Satu hal yang menarik dari EOS-7D, penciptaan ulang kamera digital Canon ini akan menjadi jembatan baru tidak hanya cara kita memotret, tetapi sekaligus juga memberikan peluang untuk mengembangkan imajinasi produktif memanfaatkan kehadiran video digital pada kamera D-SLR. Pilihan untuk membuat foto dan video digital sekarang hanya dibatasi oleh imajinasi kita saja.

Sumber: Kompas, Senin, 30 November 2009

Label: ,

Sabtu, 28 November 2009

Handphone Kyocera KZ-F520

Ada Tombol Khusus Untuk Musik

Category: Computers & Electronics
Product Type: Cell-phones
Manufacturer: Kyocera

Di iklan berwarna yang telah beberapa kali muncul di koran Jawa Pos ini, Kyocera KZ-F520 disebut sebagai jagonya CDMA dari Jepang dan harga rupiah kualitas Jepang. Benarkah realitanya seperti itu? Mari kita cari jawabannya.

Harga F520 yang tercetak di iklan Rp 1,549 juta dan mendapatkan garansi dari distributor resmi selama setahun. Praktiknya, gerai-gerai ponsel di Surabaya menawarkannya pada rentang harga Rp 1,49-1,549 juta. Dibandingkan ponsel CDMA lain berharga jual setara, ponsel CDMA keluaran Kyocera ini setidaknya mempunyai dua keunggulan utama.

Pertama, ponsel CDMA 2000-1x yang hanya bisa beroperasi di rentang frekuensi 800 MHz itu mempunyai memori internal 128 MB. Bila dihubungkan ke komputer menggunakan kabel data yang telah disertakan dalam paket penjualan, ia dapat berfungsinya layaknya USB flash disk.

Kedua, F520 dilengkapi dengan fungsi pemutar MP3 alias MP3 player. Pengguna juga bisa memanfaatkan file MP3 sebagai nada dering kala ada telepon masuk. Sayangnya hal serupa tak bisa dilakukan untuk SMS alert. Suka tidak suka pengguna hanya dapat memilih satu di antara enam nada SMS yang tersedia.

Tampilan fisik F520 mengingatkan kita pada smartphone Xphone II keluaran O2. Perbedaan yang paling kentara, kalau Xphone II menggunakan joystick, F520 menggunakan keypad lima arah.

Layarnya berjenis CSTN dan sanggup menyajikan hingga 65.536 warna. Tampilan layar tergolong terang, tetapi kurang layak disebut halus. Saat menampilkan gambar tertentu, bintik-bintik pada layar terlihat cukup jelas.

Masih terkait layar, ada satu fitur yang jarang ditemukan di ponsel lain. Pengguna bisa mengatur tampilan wallpaper agar berganti secara otomatis setiap hari. Senin gambar A, Selasa gambar B, dan seterusnya. Di kebanyakan ponsel, pengaturan wallpaper bersifat permanen. Artinya, saat pengguna memilih gambar C, maka gambar itu akan terus berfungsi sebagai wallpaper sampai diganti lagi oleh pengguna.

Tepat di bawah layar terdapat empat tombol yang memudahkan pengguna memainkan file musik. Fungsi play, pause, stop, previous, dan next dapat diakses menggunakan deretan tombol tersebut.

Asalkan bukan diatur pada volume maksimal, menurut penulis, suara yang dihasilkan tergolong relatif prima. Begitu volume speaker dipindah ke volume tertinggi, suara yang keluar akan terdengar pecah. Kalau mau, pemilik ponsel berdimensi fisik 106 x 43 x 15 mm dan berat 85,1 gram itu bisa memilih efek suara. Ada nature, R&R, populer, classical, softness, jazz, dan accent. Skin atau tampilan layar saat memainkan lagu juga dapat diubah. Pilih saja: biru, hijau, atau ungu.

Selain di kartu RUIM, pengguna dapat menyimpan nomor telepon kenalannya di memori telepon. Terkait hal ini, ada satu hal yang perlu dicermati pengguna. Di kardus F520 jelas-jelas tercetak bahwa kapasitas memori teleponnya hingga 500 nama. Saat dicoba oleh penulis, kapasitas maksimal yang bisa digunakan ternyata 300 nama secara multiple entry saja.

Speaker phone dengan kemampuan cukup prima, alarm, kalender, jam dunia, countdown timer, dan stopwatch merupakan beberapa fitur lain ponsel itu. Dua game siap dimainkan kapan saja, Darts dan Black Jack.

Enggan menerima panggilan dari cowok ganteng atau cewek manis yang pernah menyakiti hati Anda? Gampang. Manfaatkan saja fitur blacklist. Hingga sepuluh nomor persona non grata bisa dimasukkan ke dalam daftar tersebut. (Herry S.W.)

Sumber: Jawa Pos: 22/08/06

Label: ,

Digicam Ramah Kantong Fitur Memadai

Category: Computers & Electronics
Product Type: Camcoder
Manufacturer: Speed

Harga Di bawah Rp 3 Juta. Kecil dan serba bisa. Begitulah perkembangan gadget saat ini. Bentuk compact disertai fitur lengkap semakin dibutuhkan para pengguna. Digital camcorder atau biasa dikenal digicam salah satu di antaranya. Dengan kemampuan lengkap mulai perekam gambar, video, hingga pemutar musik MP3, peranti ini semakin memanjakan penggemarnya dengan harga terjangkau.

Untuk pelajar, ini saatnya memiliki alat yang mampu menuruti keinginan tentang peranti perekam video tanpa merogoh kantong terlalu dalam. Berikut beberapa digicam yang beredar di pasaran Surabaya dengan harga di bawah Rp 3 juta! (yon)

Speed Mobi DV H10

Bentuknya tipis dan cukup masuk saku baju. Dengan Mobi DV ini, kita bisa merekam video dalam format MPEG-4 dan melihatnya di layar TFT sebesar 1,5 inci. Fitur MP3 dan MPEG-4 bisa menjadi teman perjalanan yang santai di kalah jenuh.

Lensa kameranya mampu melakukan zoom hingga 4x. Gambar yang dihasilkan tetap jelas karena dilengkapi dengan pengontrol getaran tangan. Sayang, tidak terdapat memori internal di dalamnya. Namun, kita dapat menambahnya dengan SD card hingga 256 MB. Tenaga yang digunakan berasal dari baterai yang dapat diisi ulang. Fitur yang lumayan lengkap untuk sebuah gadget mini. Harga jualnya juga terjangkau, USD 106 (sekitar Rp 969 ribu).

Speed DX-5

Produk keluaran Speed ini memiliki lensa bersensor CCD (charge-coupled device) dengan resolusi 5,36 megapiksel. Layar TFT 2,5 incinya dapat dibuka dan diputar hingga 270 derajat.

Hasil rekaman videonya hadir dalam bentuk MPEG-4. Dengan memori internal sebesar 32 MB, kita dapat mendengarkan musik sambil merekam suara. Jika masih kurang, bisa ditancapkan SD atau MMC card sebagai penambah daya simpan.

Ingin merekam gambar di kegelapan malam? Jangan khawatir, ada fitur night shot yang bisa melakukannya. Digicam ini juga bisa menjadi PC-cam dengan koneksi USB. Speed DX5 beredar di pasaran dengan harga USD 195 (sekitar Rp 1,78 juta).

HandStar HS-DV 368A

Untuk mendapatkan hasil gambar lebih baik, peranti produksi HandStar ini solusinya. Lensanya memiliki resolusi gambar sebesar 12 megapiksel. Hasil fotonya bisa dilihat melalui layar LCD sebesar 2,5 inci.

Produk dengan harga USD 160 (sekitar Rp 1,46 juta) ini mempunyai fitur hampir sama dengan Speed DX-5. Bisa digunakan untuk memutar MP3 dan MPEG4 dan berdaya tampung 32 MB built in memory. Sebagai tenaga, digunakan Li-ion Rechargeable batteray.

Creative DV428

Diantara beberapa nama, mungkin Creative yang paling familiar di telinga masyarakat. Karena gadget bermerek sejenis terkenal dengan kemampuannya sebagai pemutar musik MP3.

Kali ini, Creative muncul dalam bentuk digicam. Namun, keunggulan dalam hal kualitas suara tetap terjaga. Layar TFT 2 inci-nya mampu memperlihatkan gambar dengan resolusi 4 megapiksel.

Seperti produk lainnya, produk ini dilengkapi memori internal sebesar 32 MB. Bisa di upgrade dengan SD card hingga kapasitas 1 GB. Kita dapat merekam video hingga seratus menit dan dapat disimpan menjadi format asf atau avi. Produk ini beredar di pasaran dengan kisaran harga Rp 1,5 juta.

Speed DVC-800

Satu lagi produk Speed yang mampu merekam dalam format video asf, avi, dan mov. Lensa CCD sensornya beresolusi hingga 8 megapiksel. Dilengkapi dengan fitur optical zoom hingga 3x dan digital zoom sampai 10x.

Bedanya, dengan Speed DVC-800 kita bisa mencetak langsung hasil foto berkat adanya fitur Direct Print (DPS). Seperti digicam pada umumnya, DVC-800 juga dilengkapi memori eksternal SD card.

Dimensinya lebih besar dari beberapa merek sekelas. Tenaga utamanya didapat dari baterai litium yang dapat diisi ulang. Dengan kemampuan yang lebih lengkap, wajar jika di patok dengan harga USD 240 (sekitar Rp 2,19 juta).

Sumber: Jawa Pos: Selasa, 29 Agt 2006

Label: ,

Kulkas Cerdas

Category: Other

Sementara untuk kulkas, ada serangkaian kulkas cerdas dan eksklusif bikinan LG. Mau yang dilengkapi internet, televisi, berdesain dengan taburan kristal mahal Swarozki? Mungkin malah lebih memilih yang diberi sistem yang mampu mempertahankan kadar vitamin C, dan sebagainya? Tinggal pilih. LG membuat itu semua, tentunya dengan harga jual yang membuat lidah berdecak.

Apa iya ada yang mau membeli kulkas-kulkas eksklusif tersebut dan berapa banyak produk-produk eksklusif itu dibuat? Manager Integrated Marketing Communication Group Digital Appliances Overseas Marketing Team, Kim Jik-soo menjawab Pembaruan, produk-produk eksklusif tersebut paling-paling dibuat sekitar tiga persen dari jumlah produksi produk yang reguler. Lalu pembelinya? "Yang membeli produk-produk eksklusif ini, umumnya orang-orang kaya di Korea Selatan. Kami pun memasarkan produk-produk eksklusif ini, terutama untuk pasar Korea", terangnya.

Namun tidak menutup kemungkinan, produk-produk eksklusif tersebut dijual di luar Korea. Tetapi untuk itu, lanjut Jik-soo, biasanya ada pemesanan dulu, sebelum produk eksklusif dimaksud dijual di luar pasar Korea.
Sementara menurut Head of Public Relationship LGEIN Widi Nugroho Sahib, Indonesia termasuk pasar potensial untuk produk-produk eksklusif itu. Sebagai contoh, kulkas yang dilengkapi televisi Liquid Crystal Display (LCD) dan dijual sekitar Rp 40 juta di Indonesia, ternyata ada juga yang membeli kulkas seperti ini.

Jadi? Teknologi memang membuat hidup lebih nyaman. Kenyamanan seperti itu tentunya mudah teraih bila kemampuan ekonomi kita pun, sudah di tingkat yang nyaman.

Penulis: NUKE ERNAWATI

Sumber: Suara Pembaruan: 04/12/05

Label: ,

Jumat, 27 November 2009

SLR Digital Camera

Lumix L1 dan Fotografi Digital

Category: Computers & Electronics
Product Type: Digital Cameras
Manufacturer: Panasonic

Peluncuran kamera digital single lens reflex atau SLR pertama dari perusahaan Panasonic, yaitu Lumix L1, pada pertengahan Juli 2006 lalu bisa dilihat dari banyak sisi.

Sisi paling menonjol adalah realitas munculnya nama-nama baru dalam dunia fotografi.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, kita sama sekali tidak menganggap Panasonic sebagai perusahaan fotografi. Ia lebih dikenal sebagai perusahaan elektronik yang menghasilkan aneka produk.

Sepuluh tahun pula, perusahaan Sony cuma dikenal dengan inovasinya membuat Mavica (Magnetic Video Camera), sebuah percobaan kamera elektronik. Saat itu Sony dengan Mavica-nya belum bisa disebut perusahaan fotografi.

Akan tetapi, saat ini nama Panasonic, dan juga Sony, berdiri sejajar dengan nama Nikon dan Canon yang sudah berkibar sejak dulu di dunia fotografi. Ini bisa terlaksana karena modal utama fotografi digital memang berupa rangkaian dan sistem elektronik yang sempurna, Panasonic dan juga Sony bisa merambah ke dunia ini dengan merangkul pembuat lensa dari perusahaan lain.

Sebagai catatan, Sony telah meluncurkan kamera SLR digitalnya yang pertama, Alpha 100, awal Juni 2006 lalu, sedang Panasonic meluncurkan produk serupa, Lumix L1, pada 18 Juli.

Sisi kedua dari peluncuran Lumix L1 adalah realitas betapa cepatnya perkembangan dalam dunia fotografi digital. Pada tahun 1997, atau hampir sepuluh tahun yang lalu, masih belum ada "pemain" signifikan dalam dunia fotografi digital. Pada akhir tahun 1997 pun kamera digital profesional terbaik yang ada di pasaran bukanlah buatan Canon atau Nikon, melainkan buatan Kodak dengan mengutak-atik badan kamera dari Nikon dan Canon. Kantor berita Associated Press juga melakukan hal yang sama.

Sampai akhir tahun 1997, kamera digital profesional terbaik yang ada di pasaran mempunyai kemampuan rekam hanya 1 megapiksel walau harganya sekitar 15.000 dollar AS. Itu adalah harga kamera saja (body only), tanpa lensa.

Peluncuran Lumix L1 yang berkemampuan rekam 7,5 megapiksel adalah pada zaman di mana harga kamera digital sekitar 100 dollar AS per megapikselnya alias seperseratus lima puluh dari sembilan tahun sebelumnya.

Sedangkan sisi paling menonjol pada peluncuran Lumix L1 adalah realitas bahwa fotografi digital memang kerja sama dua macam keahlian: keahlian elektronik dan keahlian optik. Lihatlah Panasonic yang menggandeng Leica dan Olympus untuk membuatkan lensa baginya. Lihatlah Sony yang memakai Minolta untuk lensa kamera SLR-nya.

Akhirnya, perusahaan-perusahaan fotografi di masa film, kalau tidak bisa merangkul sebuah perusahaan elektronik, sulit untuk bisa masuk ke dunia fotografi digital. Demikian pula sebaliknya, perusahaan-perusahaan optik harus merangkul perusahaan elektronik untuk tetap bisa eksis.

Perusahaan kamera Leica sudah merancangkan lensa dengan OIS (Optical Image Stabilizer) untuk Panasonic. Leica yang sangat piawai di zaman fotografi film, bisa tetap melangkah tegak di era digital karena bekerja sama dengan Panasonic.

Dan last but not least, kemampuan rekam Lumix L1 yang "hanya" 7,5 megapiksel, sementara pendahulu-pendahulunya justru sudah melewati angka 8 megapiksel, memberi kita sebuah jawaban atas pertanyaan yang sudah lama bergulir: "Berapakah kemampuan rekam yang ideal pada kamera digital?"

Kapasitas

Sebuah kamera digital yang kemampuan rekamnya besar, akan menghasilkan gambar yang bisa dicetak besar. Namun, besar itu seberapakah batasnya?

Kemampuan rekam yang besar akan menghasilkan file foto yang besar pula. File foto yang besar memerlukan tempat penyimpanan yang besar, dan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memprosesnya. Selalu ada kerugian pada setiap keuntungan. Maka, orang lalu mencari ukuran kemampuan rekam ideal untuk kamera digital. Kemampuan rekamnya harus cukup baik, tapi dengan ukuran file foto yang tidak terlalu besar.

Pengalaman menunjukkan bahwa kamera dengan kemampuan rekam 3 megapiksel sudah menghasilkan gambar sangat bagus untuk dicetak 20 cm x 30 cm. Sedangkan kamera dengan kemampuan rekam 6 megapiksel bisa menghasilkan gambar dengan mutu baik sampai ukuran 40 cm x 60 cm. Ada catatan untuk hal ini. Foto yang membutuhkan mutu sangat tinggi, misalnya sampul majalah seni, memang tetap membutuhkan file foto dari kamera di atas 16 megapiksel. Namun, kebutuhan seperti ini pasti tidak sampai seperseribu daripada kebutuhan fotografi secara umum. Bagaimanapun, tolok ukur normal memang harus menjadi pertimbangan untuk sebuah keputusan yang umum.

Maka, pertimbangan "hanya" menempatkan Lumix L1 pada kelas 7,5 megapiksel bisa diyakini sebagai upaya pengoptimalan mutu dan efektivitas penyimpanan foto digital. Kehadiran Lumix L1 memang sebuah langkah besar pada perkembangan fotografi digital.

Penulis: Arbain Rambey

Sumber: Kompas

Label: ,

Kamera Digital Pentax

Kamera Digital Pentax Optio S6 Hadirkan Keunggulan

Category: Computers & Electronics
Product Type: Digital Cameras
Manufacturer: Pentax

Kamera produk Pentax yaitu Optio S6. Kamera ini dirancang untuk menghadirkan keunggulan di kelasnya.

Menyadari persaingan yang semakin ketat antar produsen kamera digital dunia saat ini, Pentax salah satu produsen kamera digital terus mencari terobosan baru. Menjelang akhir tahun ini, mereka kembali melempar produk teranyarnya, yakni Optio S6 yang mengusung beberapa keunggulan baru dikelasnya.

Kamera ini bentuknya sangat kecil, dibalut bahan aluminium aloy ringan yang rapi. Mulai dari kalangan mahasiswa hingga eksekutif muda rasanya akan menyenanginya karena kamera ini mengedepankan gaya.

Ukuran panjang dan lebarnya seukuran kartu kredit. Karenanya kamera Optio S6 ini tetap terasa nyaman walaupun dimasukkan ke dalam saku kantung pakaian Anda.

Lensa SMC buatan Pentax memungkinkan kualitas optik yang dapat meningkatkan kepuasan Anda memotret. Tombol navigasi dan menu tergolong mudah diraih. Pemilihan menu, scene mode untuk perekaman gambar bergerak, perekaman suara, mode gambar, mode filter, Full Auto dan Subject Program selection, terasa mudah dilakukan.

Waktu off ke on, butuh 1.5 detik dan on ke off 2 detik, tidak terlalu lama seperti seri-seri Optio yang lebih lawas. Salah satu terobosan dari Optio S6 ini adalah hadirnya fasilitas anti shake pada movie. Resolusinya pun bisa dipilih mulai dari 640 x 480 dan 320 x 240.

Aspek kemudahan tampaknya masih menjadi perhatian utama pabrikan dalam memproduksi kamera digital kelas compact, demikian pula yang disodorkan oleh Pentax.

Bagi pengguna yang telah akrab dengan Optio atau seri yang telah dirilis sebelumnya, tentu tidak akan kesulitan dalam mengoperasikan Optio S6, karena tidak ada perubahan yang signifikan dari seri-seri sebelumnya.

Bedanya Optio yang satu ini meningkatkan jumlah pixel efektif menjadi 6.0 megapixels. Bahkan kualitas pemotretan Optio S6 ini menunjukkan hasil memuaskan, baik saat di dalam maupun di luar ruangan. Termasuk di tempat yang kurang pencahayaannya pun, kamera ini masih menunjukkan hasil yang baik.

Berdimensi 88 x 46 x 26,5 mm kamera ini terlihat kecil. Kamera ini juga nyaman untuk pemotretan continuous shoot yang mencapai kecepatan tertinggi 1.2 sec/shoot. Start up time maupun shutdown time cepat, kurang dari 1.5 detik, mempermudah pengguna untuk segera mengambil momen yang akan diabadikan. Optio S6 dilengkapi juga dengan kekuatan 3.0 optical zoom dan 4.1 digital zoom. Menariknya ada memori internal sebesar 23 MB.

Viewfinder absen dari Optio S 6. Meski demikian mata Anda akan dimanjakan dengan LCD sebesar 2.5 inci. Istimewanya lagi resolusi pada LCD termasuk paling besar di kelasnya, yakni 230.000 pixels, sehingga 'enak' dilihat dari berbagai sudut kemiringan sekalipun.

Adanya tombol print/share, mempermudah pencetakan foto ke printer, karena sudah ditunjang oleh PictBridge. Sedangkan untuk down load gambar ke komputer, Optio S6 dilengkapi fitur direct transfer melalui koneksi kabel USB untuk semua sistem pengoperasian, seperti windows XP, Me, 2000 dan 98.

Maksimal resolusi foto mencapai 2816 x 2112 pixels, Optio S6 memberikan detail foto yang sempurna. Kualitas gambar pada Optio S6 terbagi menjadi 3, yaitu Best, Better, dan Good . Setiap kualitas tersebut, memiliki jumlah gambar yang dapat direkam sesuai dengan besar SD card yang tersedia. Karena Optio S6 memiliki internal memory, maka memungkinkan kita menyimpan gambar tanpa adanya SD card.

Sumber power Optio S6 ini menggunakan baterai Lithium DL18. Dalam kondisi baterai penuh mampu menghasilkan sebanyak 150 gambar. Sedangkan untuk mengisi baterai sekitar 1.5 - 2 jam.

Jika Anda termasuk yang membutuhkan video pada kamera digital, Optio S6 bisa menjadi pilihan tepat, karena memberikan hasil yang bagus dan dilengkapi dengan perekaman suara. Apalagi dicangkokkannya teknologi antishake atau tahan goyang pada video. Meski demikian resolusi video Optio S6 ini tidak sekaya resolusi untuk kamera digital. Untuk perekaman gambar pada Optio, hanya punya resolusi maksimal sebesar 640 x 480 pixels.

Berbeda dari seri terdahulu, saat pengambilan gambar untuk video, kita tidak bisa memainkan optical zoom terlebih digital zoom. Sehingga untuk memperoleh gambar yang lebih besar, Anda diharuskan mendekati objek tersebut sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, atau setidaknya sebesar ukuran LCD monitor. Jika Anda menggunakan SD card sebesar 32 MB misalnya dengan resolusi sebesar 640 x 480 pixels, maka akan diperoleh lama rekam kurang lebih 1.5 menit. (RONY SIMANJUNTAK)

Sumber: Suara Pembaruan, 25/12/05

Label: ,