Rabu, 02 Desember 2009

Soto Betawi

Bahan:

250 gr sandung lamur
150 gr paru
150 gr usus
150 gr babat
500 ml susu segar/santan
1500 ml air
3 sdm minyak goreng

Bumbu halus:

3 bh cabe merah
10 bh bawang merah
7 bh bawang putih
1 sdt merica bubuk
1 iris jahe
2 sdt jinten
4 lbr daun salam
2 btg serai, geprek
1 sdt cengkih bubuk
5 sdm minyak goreng

Pelengkap:
2 bh tomat iri
1 btg daun bawang, iris halus
1 btg daun seledri, iris halus
bawang goreng, emping goreng, sambel cabe rawit, acar.

Penulis: Fatmah Bahalwan

Cara membuat:

Rebus daging dan 1 sdm garam hingga empuk, angkat dagingnya potong dadu, masukkan lagi kedalam kuah.
Secara terpisah rebus jerohan hingga empuk, buang airnya. potong paru, babat, dan usus. sisihkan.
Tumis semua bumbu masukkan kedalam air daging , masukkan juga jerohan yg sudah dipotong-potong, tambahkan susu, didihkan.
Sajikan soto dalam mangkuk, beri irisan tomat, daun bawang seledri dan bawang goreng. hidangkan bersama emping, sambal dan acar dlm tempat terpisah.
Buat yg suka minyak samin, dalam mangkuk ketika kuah panas ngepul, beri 1 sdm minyak samin, biarkan meleleh bersama kuahnya. Soto siap disantap.

Sumber: Natural Cooking Club, Tuesday, 23 June 2009

Label: ,

Sabtu, 28 November 2009

Pertolongan Memasak

Anda tidak bisa memasak? Jangan khawatir. Telepon saja Cooking 911. Pengasuh acara ini akan memberi tahu Anda cara membuat masakan enak.

Cooking 911 adalah acara kuliner terbaru Trans7 yang dikemas dalam bentuk reality show. Acara ini diasuh seorang ahli memasak, Billy Andre Kalangi, yang berpenampilan keren.

Billy mengembara dengan sepeda motor besar. Dalam pengembaraan, Billy selalu menemukan bahan-bahan yang bisa diolah menjadi masakan lezat. Dia juga dengan senang hati menjawab telepon dari ibu-ibu dan pedagang makanan yang butuh bantuan serta tips masak.

Selain Cooking 911, Trans7 juga menayangkan program kuliner baru, Asli Enak. Acara yang dipandu Imung Gemboel ini dikemas dalam bentuk petualangan kuliner. Selain mencicipi masakan, dia juga menceritakan kisah di balik masakan itu. Misalnya, dia cerita mengapa sebagian besar masakan Kudus menggunakan daging kerbau. Menurut Imung, itu terjadi karena Sunan Kudus yang menyebarkan agama Islam di sana sangat menghormati umat Hindu yang mensucikan sapi.

Asli Enak dan Cooking 911 ditayangkan setiap hari Minggu pukul 10.30 dan 11.00 mulai 8 November 2009. Kedua acara ini melengkapi acara-acara kuliner di televisi yang biasanya ditayangkan setiap akhir pekan. (BSW)

Sumber: Kompas, 08/11/2009

Label: , ,

Hermawan Bicara Masakan

Hermawan Sulistyo yang biasa berbicara masalah politik itu menjadi pengasuh acara Kamus Kuliner (KK) yang tayang sejak 8 Agustus 2009 di TVOne.

Agak menggelikan melihat Hermawan yang menjelang Pemilu 2009 getol berbicara soal golput, di KK getol bicara soal bandeng presto, lumpia semarang, ikan bakar, nasi merah, dan lain-lain. Tapi itulah kejutan yang dimunculkan produser KK.

Bentuk acara ini hampir sama dengan Wisata Kuliner asuhan Bondan Winarno yang memadukan liputan perjalanan dan icip-icip masakan. Bedanya di KK Hermawan tidak memosisikan diri sebagai ahli kuliner, melainkan penikmat makanan. Karena itu, komentar Hermawan soal teknis pembuatan masakan yang disantapnya tidak sedetail komentar Bondan. Wajar saja sebab Hermawan memang bukan ahli kuliner.

Untuk memberikan bobot pada acara ini, Hermawan mencoba menjelaskan latar belakang budaya di balik makanan yang dia santap. Ketika menyantap lumpia Semarang, misalnya, Hermawan menjelaskan bagaimana peradaban China di balik lumpia.

Sayangnya, penjelasan semacam itu terkesan sekilas saja. Mungkin, produser khawatir jika Hermawan memberi penjelasan panjang lebar, acara kuliner ini akan berubah menjadi acara diskusi. (BSW)

Sumber: Kompas, 08/11/2009

Label: , ,

Jumat, 27 November 2009

Bubur Sarikoyo Bangkalan

Bagi warga Bangkalan. Saat ini ada menu khusus yang tidak lagi didapatkan selain bulan ramadlan. Ya, namanya Bubur Sarikoyo. Meski mirip dengan nama buah yaitu srikaya, tetapi bahan utama pembuatan bubur sarikoyo tak sedikitpun berasal dari buah tersebut.

Makanan ringan ini, terbuat dari irisan pisang raja, roti tawar serta santan bercampur telur. Sarikoyo ini biasa menjadi menu pengantar berbuka puasa. Namun, karena banyaknya permintaan dari penggemar bubur Sarikoyo, saat ini bubur sarikoyo tidak lagi disantap pada menu buka puasa. Tetapi sudah menjadi santapan setiap hari warga Bangkalan.

Menu khas bangkalan yang satu ini, tidak kalah nikmat dengan menu santapan di tempat lain. Warga Bangakalan biasa menyebut makanan ringan ini dengan sebutan sarikoyo. Apalagi, proses pembuatannya sangat mudah.

Mau tahu?. Jika anda kebelet membuat menu yang satu ini. Maka. siapkan wadah sesuai selera yang diisi dengan roti tawar yang disuwir-suwir. Lalu, campurankan santan dan telur. Nah, di atas wadah tersebut kemudian diberi irisan pisang raja.

Setelah selesai, sarikoyo yang setengah jadi ini kemudian dikukus Selama 10 hingga 15 menit. Sarikoyo yang sudah dikukus selama 15 menit tersebut sudah siap dihidangkan. Sangat mudah kan.

Aminah, penjual sarikoyo mengatakan, makanan ringan sarikoyo ini dulunya memang khusus dibuat pada bulan puasa. Namun, saat ini tidak. Sarikoyo dibuat dari irisan pisang raja, roti tawar dan susu dicampur telur. Agar aroma bisa menyatu, sarikoyo ini kemudian dikukus selama kurang lebih 10 menit.

Setiap hari, warung Aminah ini ramai dikunjungi pelanggan. Seperti Muawanah, warga Bangkalan yang biasa menyantap sarikoyo. Muawanah mengaku, sarikoyo terasa nikmat dan segar, irisan pisang raja bercampur roti tawar dan susu yang telah dikukus terasa sejuk di tenggorokan.

“Untuk, menikmati sarikoyo, saya tidak menunggu lagi bulan puasa. Saat ini sudah tersedia. Rasanya sama-sama nikmat,” katanya.

Dalam setiap porsinya, sarikoyo ini dijual dengan Rp 4 ribu. Dalam sehari, Aminah bisa menjual sedikitnya 50 porsi sarikoyo. Mau? Silahkan mencoba membuatnya.(Hrs)

Sumber: berita8.com, Jum'at, 06 Maret 2009

Label: ,

Soto Madura Wawan

Jenis makanan berkuah paling popular di Indonesia. Bahkan setiap daerah memiliki soto kebanggaan dengan nama berbeda. Selain di Jawa dan Madura, masyarakat Sulawesi Selatan bangga dengan coto Makassar, warga Kalimantan memiliki soto Banjar. Ada juga soto Bandung, soto Betawi hingga soto Padang.

Yang membedakan hanya bahan dasarnya (daging sapi, jerohan atau ayam) dengan kuah bening atau diimbuh santan, selain pelengkap sajian. Ada yang memakai telur rebus, soun, kripik kentang, perkedel kentang atau disuguhkan polos begitu saja dengan nasi putih atau lontong.

Minggu ini, tim kuliner Harian Surya mengintip dapur Soto Madura Wawan yang bermarkas di Jl Mayjen Sungkono, Surabaya. Dirintis sejak tahun 1988, kini Soto Madura Wawan sudah memiliki 18 cabang di seluruh Surabaya. “Tidak ada yang rahasia dalam Soto Madura Wawan, karena pada dasar bumbu soto itu sama saja,” yakin Wawan yang pernah menjadi salah satu jawara dalam Festival Jajanan Bango 2007 yang digelar di Surabaya. Selamat mencoba. (tri)

Bahan: (untuk 4 porsi)
  • 250 Gr daging sapi kisi
  • 200 Gr tulang sapi
  • 100 Gr bawang merah
  • 50 Gr bawang putih
  • 4 Butir kemiri
  • 1 Jari lengkuas
  • 1 Batang serai
  • ½ Jari jahe
  • ½ Jari kunyit
  • Garam secukupnya
  • Irisan daun seledri dan bawang goreng

Pelengkap: Sambal kemiri, potongan jeruk nipis, telur rebus Membuatnya:
  1. Siapkan semua bahan yang dibutuhkan. Cuci bersih daging dan tulang sapi, kemudian rebus dalam air mendidih. Sementara itu, haluskan bumbu-bumbu (kecuali lengkuas dan serai yang direbus bersama daging), tanpa ditumis masukkan bumbu halus ke dalam rebusan daging dan masak kembali hingga daging empuk. Angkat daging dan iris sesuai selera. Sisihkan.
  2. Siapkan nasi putih. Atur daging di dalam porsi saji, tambahkan telur rebus yang sudah dibelah dua. Siram dengan kuah soto panas. Taburi dengan irisan daun seledri dan bawang goreng. Sajikan lengkap dengan sambal kemiri, potongan jeruk nipis, kecap manis atau asin. Sajikan panas-panas.

TIP
  • Jika suka, bisa ditambahkan jerohan. Rasa kuah semakin mantap jika ditambahkan tulang-tulang sapi saat merebus daging.
  • Citarasa soto Madura racikan Wawan ini mantap karena bumbu-bumbu tidak ditumis. Setelah dihaluskan, bumbu langsung dimasukkan ke dalam kuah. Jika ditumis pun tidak mengapa, “Tetapi tunggu dulu tiga jam agar bumbu menyatu dengan daging baru disajikan,” saran Wawan.
  • Lengkuas, serai dan jahe tidak ikut dihaluskan. Namun dimasukkan utuh ke dalam rebusan daging, kemudian diangkat sesaat setelah daging empuk.
  • Bubuhkan garam saat soto akan disajikan, jangan menambahkan garam saat merebus daging agar citarasa soto tetap segar.


Sumber: Surya, Senin, 29 Desember 2008

Label: ,

Campor Khas Sumenep

Foto: Moh Hartono Sumenep

Bagi pencinta kuliner tidak ada salahnya mencoba menu satu ini. Namanya Campor. Makanan ini berasal dari Sumenep salah satu kabupaten di Pulau Madura. Masyarakat setempat menyebutnya begitu karena panganan ini terdiri dari campuran berbagai macam bahan.

Ada ketela pohon, lontong, daun bawang serta tulang muda sapi dan mie soon. Ketika disajikan bahan itu dicampur menjadi satu. Daun bawang dipotong kecil-kecil kemudian ditaburi di atas makanan itu. Makanan ini rasanya gurih karena disirami dengan santan cair.

Tertarik ingin mencobanya, mampirlah ke warung makan milik Ettus berada di Pandian Kota. Lidah para penikmat makan enak akan tergoda ketagihan.Harga yang ditawarkan juga terjangkau kocek. Satu porsi dijual dengan harga Rp 3.000. Jikalau menambah menu lainnya seperti telur ayam kampung, krupuk dan air mineral, pembeli membayar Rp 5.000.

"Alhamdulillah, setiap harinya bisa meraup keuntungan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Ettus kepada detiksurabaya.com, Senin (19/10/2009). (wln/wln)

Sumber: detikSurabaya, Senin, 19/10/2009

Label: ,

Dahsyatnya Nasi Romi Sumenep

Kekayaan kuliner Pulau Garam Madura yang beragam selain sate dan soto Madura yang sudah kondang itu, harus diakui memiliki keunikan tersendiri. Di Sumenep misalnya, kota di ujung timur laut Madura ini warganya bangga dengan nasi romi. Ah, apa pula itu?

Jika di Jawa Barat bangga memiliki nasi uduk, dan di Jawa Tengah serta Jawa Timur awam mengenalnya sebagai nasi gurih, maka di Madura jenis kuliner sejenis disebut sebagai nasi romi. “Pokoknya sekali Anda mencobanya pasti bakal ketagihan karena rasanya memang dahsyat,” promosi Waty Noer, lugas.

Perempuan asli Madura yang adalah putri H M Noer, mantan gubernur Jawa Timur itu membawa ‘keluar’ nasi romi dari Sumenep dengan membuka kedai di pusat jajanan Kota Surabaya, di Jalan Urip Sumoharjo. Hanya buka pada petang hari hingga pergantian malam menjelang. Kedai Waty Noer ini memiliki spesialisasi penyaji menu-menu Madura. Nasi romi adalah salah satunya.

Dalam sepiring saji nasi romi, terdiri dari nasi gurih, lengkap disuguhkan dengan lauk-pauk berupa ayam goreng berempah lengkap dengan kremes-kremesnya, sambal goreng kering kentang, abon daging, telur dadar, lalapan mentimun, dengan sambal terasi, taoge pendek, plus taburan bawang merah goreng. Begitu paduan nasi romi dengan lauknya ini mengelus lidah, hmm… memang dahsyat. Tak heran ketika menyantap nasi romi…ning Yuli pun boleh saja lewat dan tak bakal dilihat! (tri)

Sumber: Surya, Senin, 22 Desember 2008

Label: ,

Soto Madura

Soto Madura adalah jenis soto yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge, dengan bumbu ketumbar, bawang merah , bawang putih, jahe, kunir, laos, Kemiri, jeruk purut dan garam secukupnya.

Variasi

Soto Sumenep: Soto ini disajikan dan dimakan dengan singkong, tauge goreng, bihun, bawang daun, bawang goreng, lontong, daging sapi atau usus sapi. Yang membedakan dengan Soto Pamekasan & Soto Bangkalan adalah bumbu kacangnya yang terdiri dari kacang, petis dan pisang muda yg di uleg halus.

Soto Pamekasan: terdiri dari kentang rebus, perkedel kentang, tauge, daging sapi atau daging ayam, soun, lontong, dan disiram dengan kaldu bening dengan bumbu merica dan bawang putih. Disajikan dengan bawang goreng, daun seledri, rempeyek dan bakwan jagung.

Soto Bangkalan: memakai tauge dan soun dengan daging sapi, ayam atau jeroan. Disajikan dengan ditaburi kentang goreng dan kuah kuning berbumbu kunyit dan jahe.

Sebagai kelengkapannya, segeralah anda mencobanya langsung di Kota Madura tersebut. Apalagi hidangan kuliner ini sangat mudah dijumpai di sana. Selamat bersantap Soto Madura! (id.wikipedia.org/rmb)

Sumber: Media Indonesia, Jumat, 19 September 2008

Label: ,

Kalsot Sumenep

Kalau di kota buaya Surabaya makanan lima ribuan adalah makanan yang paling murah. Beda halnya di Sumenep, Madura. Dengan Rp4.500 sudah bisa menyantap makanan khas Madura yang kebanyakan orang menyebut KalSot (Kaldu Soto). Untuk mendapatkannya, juga tidak sulit jika pernah datang ke kota ujung timur pulau garam Madura, tepatnya di Jalan Zainal Arifin kota Sumenep atau sebelah timur Hotel Wijaya II. Banyak orang menyebutnya, Warung Pak Abi.

Kalsot merupakan makanan khas Madura. Sehingga masyarakat Sumenep sepertinya sudah kental dengan warung Pak Abi itu. Pembelinya dari semua kalangan, yakni anak-anak, remaja, masyarakat umum, pejabat. Bahkan, para tamu dari luar Madura.

Aktifitas di warung yang bersebelahan dengan sebuah dealer mobil bekas itu sangat ramai. Apalagi hari Minggu. Mereka ingin merasakan menu makanan ciri khas Madura. Sebab, di warung itu, tidak hanya menyediakan kalsot, tapi berbagai macam jenis makanan khas Madura lainnya tersedia dengan harga murah dan rasanya mantap.

Kalsot itu sendiri, terdiri dari bubur kacang hijau dengan aroma daging yang kental (soalnya ada kikilnya) serta di beri semacam apa ya namanya, itu... seperti gorengan ketela (kurkit kali, he he) di dalamnya dan dicampur dengan sedikit bawang merah dan seledri.

Mungkin untuk yang baru pertama kali mencicipi atau melihat makanan khas Madura itu, agak jijik. Tapi percaya deh, rasanya mantep banget!.

Kalau suka pedas, diberi sambel juga tambah ok! Tapi untuk makan ini jangan pernah bermimpi seperti direstoran yang bersih dan nyaman seperti di Surabaya lho. Ya... biasa namanya warung, tapi cukup nyaman untuk tempat makan seperti hari Minggu ini.

Ada lagi makanan di warung Pak Abi ini yang digemari pengunjung, Kalau di Surabaya banyak sekali kita temui Tahu Campur. Di Sumenep Tahu Campur ada di Pak Abi! Sebenarnya pak Abi ini menjual tidak hanya tahu campur saja, tapi juga bakwan dan gado-gado.

Tapi, tahu Campurnya Pak Abi ini memang khas lho! Yang membuat khas yakni ada bakso kotaknya sebagai isi dari tahu campur itu sendiri selain isi tahu campur yang lain yang biasa kita makan.

Masalah kebersihan, jangan khawatir, dijamin halal dan nggak bikin sakit perut! Mau coba? datang aja ke Kota Sumenep yang semakin cantik. (madurainfo.com/rmb)

Sumber: Media Indonesia, Jumat, 19 September 2008

Label: ,

Tahu Tek-tek !!!!!

Bukan hanya pusat jajanan di plasa atau mal, resto, hotel berbintang dan angkringan pinggir jalan menyediakan kudapan berbahan dasar tahu ini. Waktunya, bahkan tidak mengenal waktu. Maksudnya, dari pagi hingga menjelang pergantian waktu bergulir kembali ke dini hari, tahu tek ini bisa didapatkan.

Ada yang menyebutnya tahu gunting, karena yang digoreng lalu digunting untuk membaginya menjadi beberapa potongan kecil. Ada juga yang menyebutnya tahu telor, karena guntingan kecil tahu diaduk dengan sebutir telur lalu didadar setengah kering, baru kemudian digunting menjadi beberapa potongan kecil.

Namun sebagian warga kota yang lain menyebutnya sebagai tahu tek! Ah untuk gampangnya karena si abang penjualnya memukulkan kentongan mungil di sudut angkringan dorongnya dan mengeluarkan bunyian tek tek!

Apapun sebutannya, apakah tahu gunting, tahu telor, atau tahu tek, tahu ini diadu dengan irisan lontong, kentang rebus, ditaburi taoge pendek lalu disiram dengan saus kacang dengan sentuhan petis udang. Sesendok acar mentah, taburan kerupuk udang, bawang goreng, irisan daun seledri melengkapi citarasa tahu tek yang sempurna saat berebut perhatian di lidah Anda. Hmm…. Sebelum air liur mengucur, yuk membuatnya sendiri di rumah. Mudah kok! (tri)

Bahan:
2 Potong tahu ukuran sedang, potong dadu
2 Butir telur, kocok lepas
1 Cangkir tauge pendek, bersihkan
1 Buah kentang rebus, potong-potong
1 Buah lontong, potong-potong
Kerupuk udang, bawang goreng, irisan daun seledri secukupnya
Acar mentimun secukupnya

Bumbu kacang:
100 g kacang goreng
1 siung bawang putih
4 Biji cabai rawit
1 Sendok makan (sdm) petis udang
2 Sdm kecap manis

Garam, seledri cincang dan air secukupnya

Membuatnya:
  1. Campur irisan tahu ke dalam kocokan telur, lalu dadar dengan sedikit minyak, bolak-balik sampai matang sempurna. Angkat, tiriskan dan potong-potong dalam ukuran sedang.
  2. Haluskan kacang goreng, bawang putih, petis udang, dan cabai rawit hingga tercampur rata. Kentalkan campuran bumbu ini dengan tambahan air matang dan kecap asin.
  3. Siapkan piring saji, atur potongan lontong, potongan kentang rebus, potongan tahu telur, siram dengan bumbu kacang di atasnya. Taburi dengan taoge pendek, bawang goreng, irisan daun seledri dan kerupuk udang. Imbuhkan di sisi piring acar mentimun mentah, dan sajikan segera.

TIPS
Jika Anda kurang menyukai taoge pendek, bisa diganti dengan taoge panjang dan seduh sebentar dengan air panas sebelum menaburkannya di atas tumpukan lontong, kentang dan tahu, baru guyur dengan bumbu kacang.

Sumber: Surya, Minggu, 11 Januari 2009

Label: ,